JavaScript adalah bahasa pemrograman yang digunakan untuk membuat halaman web menjadi interaktif. JavaScript berjalan di sisi client (browser), dan dapat merespons aksi pengguna seperti klik tombol, input teks, atau mengubah isi halaman tanpa perlu memuat ulang.
Ada tiga cara umum:
<button onclick="alert('Halo!')">Klik Saya</button>
<script>
function halo() {
alert("Halo dari JavaScript!");
}
</script>
<button onclick="halo()">Klik Saya</button>
HTML:
<script src="script.js"></script>
File script.js:
function halo() {
alert("Halo dari file eksternal!");
}
Contoh sederhana tombol dengan JavaScript:
function sapa() {
alert(“Halo! Kamu baru saja mengklik tombol.”);
}
Untuk memulai, kamu perlu:
console.log("Halo, Dunia!");
JavaScript bisa ditulis dalam file HTML di dalam tag <script>, atau di file terpisah dengan ekstensi .js.
let nama = "John Doe";
const PI = 3.14;
var tahun = 2025;
JavaScript memiliki beberapa tipe data dasar, seperti String, Number, Boolean, Null, Undefined, Object, dan Array.
let a = 5, b = 3;
console.log(a + b); // 8
console.log(a > b); // true
let umur = 20;
if (umur >= 18) {
console.log("Anda sudah dewasa!");
} else {
console.log("Anda belum dewasa!");
}
function greet(nama) {
console.log("Halo, " + nama + "!");
}
greet("John");
let buah = ["Apel", "Banana", "Mangga"];
Array digunakan untuk menyimpan kumpulan data.
let person = {
name: "John Doe",
age: 30,
isStudent: false
};
Object digunakan untuk menyimpan data yang lebih kompleks.
document.getElementById("tombol").addEventListener("click", function() {
console.log("Tombol telah diklik!");
});
Event digunakan untuk menangkap interaksi pengguna.
Bantu kami terus berbagi konten dan proyek pembelajaran digital gratis!
Terima kasih sudah mendukung ruang belajar digital! 🙏