Lampung Selatan — Para guru kembali memasuki fase tahunan: Season of Menunggu TPG. Kali ini edisinya lebih seru karena kabarnya TPG Triwulan 3 dan 4 sudah diambil alih oleh pemerintah pusat.
Harapannya? Tentu saja pencairan lebih cepat.
Kenyataannya? Ya tetap sama: rekening masih sunyi senyap seperti chat dosen pembimbing.
Guru pun mulai bertanya-tanya:
“Kalau sudah diambil pusat, tapi belum cair juga… terus pusat ngapain? Nyimpen dulu buat dipajang?”
Saat pengumuman alih kelola TPG disampaikan, banyak guru semangat, merasa birokrasi akan dipangkas.
Tetapi ternyata, yang dipangkas hanya harapan.
Birokrasinya?
Masih panjang seperti tali jemuran.
Harapan guru: “TPG langsung ditransfer oleh pusat.”
Realita: “Pusat masih menunggu data daerah.”
Jadi sistemnya berubah, tapi alurnya tetap sama:
“Menunggu data dari orang yang menunggu data dari orang lain.”
Guru yang sudah menghitung-hitung kebutuhan hidup mulai bingung:
TPG Triwulan 3 hilang?
Triwulan 4 ikut hilang?
Apa ini crossover ke dunia lain?
Seolah-olah TPG itu seperti karakter sinetron:
Muncul saat rating naik, hilang saat penonton sedang butuh kejelasan.
Beberapa pertanyaan satir mulai bermunculan:
Jangan-jangan masih disimpan di gudang logistik, menunggu momen dramatis untuk dicairkan.
Ini seperti beli motor baru tapi tetap minta tetangga yang memutuskan kapan boleh dikendarai.
Uangnya sendiri masih mikir-mikir mau masuk rekening kapan.
Semua proses masih lama, hanya istilahnya saja yang berubah.
Di tengah semua ini, para guru Lampung Selatan meraih keahlian khusus:
Ahli mengecek saldo tanpa harapan
Ahli membaca kalimat “masih dalam proses”
Ahli menebak apakah TPG cair bulan ini atau bulan depan
Ahli menenangkan diri sambil mengatakan: “Yang penting SKTP sudah terbit dulu…”
Bahkan ada guru yang bercanda:
“Kalau TPG telat cair, itu bukan masalah. Itu tradisi.”
TW 3 ke mana?
TW 4 kapan?
Kalau pusat ambil alih, kok rasa-rasanya tetap seperti jaman pemda?
Dan yang paling penting:
TPG ini mau cair atau hanya ingin kita belajar tentang kesabaran?
Kita tunggu-tunggu, kita perhatiin, kita refresh berkali-kali…
Tapi dia tetap tidak datang-datang.
Perbedaannya hanya satu:
Kalau crush mungkin datang saat kita sudah move on.
Kalau TPG?
Dia datangnya saat triwulan hampir habis, atau malah tahun sudah berganti.
Bantu kami terus berbagi konten dan proyek pembelajaran digital gratis!
Terima kasih sudah mendukung ruang belajar digital! 🙏