TPG Sudah Ditransfer Pusat, Tapi Pencairan Masih Lama: Guru Lampung Selatan Pertanyakan Mekanisme Baru

Lampung Selatan — Para guru di Kabupaten Lampung Selatan kembali mempertanyakan keterlambatan pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG) meskipun dana disebut sudah ditransfer langsung oleh pemerintah pusat. Banyak guru mengeluhkan bahwa waktu pencairan masih sama lamanya seperti saat penyaluran TPG masih melalui Pemerintah Daerah.

Padahal, salah satu tujuan kebijakan penyaluran TPG langsung dari pusat adalah mempercepat pencairan dan mengurangi hambatan administratif di daerah.

Namun dalam praktiknya, beberapa daerah, termasuk Lampung Selatan, tetap mengalami keterlambatan.

Guru Kecewa: “Sudah dari pusat, kok masih lama prosesnya?”

Sejumlah guru di Lampung Selatan menyampaikan bahwa meskipun SKTP sudah terbit dan dana pusat dikabarkan sudah tersedia, namun TPG belum juga masuk rekening.

Salah seorang guru mengungkapkan,
“Katanya sekarang pusat yang mengirim, tapi kenapa prosesnya masih lama seperti dulu? Kami hanya ingin kepastian.”

Keluhan serupa muncul dari berbagai kecamatan, terutama guru SD dan SMP negeri.

Kenapa Masih Terlambat Meski Pusat yang Transfer?

Walaupun mekanismenya sudah berubah, proses pencairan ternyata tetap membutuhkan peran daerah, terutama dalam hal validasi dan verifikasi.

Berikut penjelasan teknisnya:

1. Dana dari pusat memang ditransfer, tetapi tetap menunggu verifikasi daerah

Penyaluran TPG model baru tetap mensyaratkan:

  • Validasi beban kerja

  • Absensi dan kehadiran

  • Status kepegawaian

  • Sinkronisasi data Dapodik

  • Rekap BKD dan lampiran lainnya

Jika daerah terlambat mengunggah atau mengesahkan laporan tersebut, pencairan otomatis tertunda walaupun dana pusat sudah tersedia.

2. Daerah masih memegang tahapan administrasi penting

Di beberapa daerah, termasuk Lampung Selatan, proses berikut masih ditangani lokal:

  • Pengesahan data guru lewat dinas

  • Pemeriksaan kelengkapan dokumen

  • Verifikasi final pada aplikasi keuangan daerah

  • Pengiriman data penerima ke sistem perbendaharaan

Jika salah satu tahap tersendat, pencairan ikut tertunda.

3. Sistem penyaluran pusat tetap membutuhkan antrian SP2D tingkat daerah

Meskipun “dari pusat”, mekanisme terakhir tetap melibatkan:

  • Otorisasi penyaluran

  • Penetapan daftar penerima

  • Penerbitan SP2D (Surat Perintah Pencairan Dana)

  • Transfer ke rekening masing-masing guru

Tahapan ini berbeda di setiap daerah—dan Lampung Selatan dikenal memiliki antrean pembayaran cukup panjang di beberapa triwulan.

4. Beban kerja operator dan dinas masih tinggi

Perubahan mekanisme belum disertai:

  • penambahan SDM,

  • penyederhanaan alur laporan,

  • integrasi otomatis antar-sistem.

Akibatnya, operator sekolah, operator dinas, dan staf BPKAD tetap bekerja dengan beban administrasi besar.
Hal ini memperlambat proses verifikasi pencairan.

Mengapa Sistem Baru Tetap Terasa “Seperti Sistem Lama”?

Meskipun secara struktur dana berasal dari pusat, kunci pencairan tetap berada di verifikasi daerah.
Dengan kata lain:

Dana pusat tidak bisa dicairkan sebelum daerah menyelesaikan semua administrasi yang dipersyaratkan.

Sehingga, selama daerah belum melakukan percepatan layanan, waktu pencairan masih tampak sama seperti sebelumnya.

Apa Langkah Selanjutnya?

Para guru berharap:

  • adanya kejelasan jadwal pencairan,

  • percepatan verifikasi oleh dinas terkait,

  • serta transparansi progres penyaluran TPG tiap triwulan.

Sementara itu, pendidik diminta tetap memastikan:

  • data Dapodik valid,

  • absensi tepat waktu,

  • beban kerja sesuai ketentuan,

  • serta selalu memantau Info GTK.

Kesimpulan

Meskipun dana TPG kini berasal dari pusat, proses pencairannya tetap melibatkan sejumlah tahapan administratif di daerah.
Inilah yang menjadi alasan mengapa pencairan di Lampung Selatan masih terasa lambat, bahkan tidak jauh berbeda dari sistem lama.

Para guru berharap adanya perbaikan alur dan percepatan proses, agar tunjangan profesi dapat diterima tepat waktu sesuai tujuan kebijakan pemerintah pusat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You might also like

💡 Dukung Ruang Informatika

Bantu kami terus berbagi konten dan proyek pembelajaran digital gratis!

☕ Dukung via Saweria 🌐 Unduh Source Code Gratis

Terima kasih sudah mendukung ruang belajar digital! 🙏