Lampung Selatan — Para guru di Kabupaten Lampung Selatan menyambut gembira saat mendengar kabar bahwa Tunjangan Profesi Guru (TPG) kini ditransfer langsung oleh pemerintah pusat. Dalam bayangan para pendidik, dana akan meluncur ke rekening “secepat e-wallet menerima cashback”.
Namun kenyataan berkata lain.
Sudah triwulan hampir habis, guru-guru pun lagi-lagi membuka m-banking bukan untuk mengecek saldo, tetapi untuk memastikan itu bukan error jaringan. Hasilnya? Tetap sama:
“Saldo tidak bertambah, hati tetap tabah.”
Masyarakat awam mungkin membayangkan bahwa jika pusat langsung transfer, uang akan masuk seperti gaji karyawan start-up.
Sayangnya, ternyata TPG memilih gaya hidup klasik:
“Datang terlambat tapi tetap ditunggu.”
Walaupun transfer dilakukan langsung ke rekening guru, uangnya tidak bisa dikirim begitu saja. Sistem berkata:
“Tunggu verifikasi daerah selesai ya, sabar… kan guru sudah biasa sabar.”
Beberapa guru di Lampung Selatan mengaku mengalami deja vu.
“Lho ini sistem baru apa nostalgia?” ujar salah seorang guru dengan tawa getir.
Karena meskipun jalurnya berubah, ritual bulanan tetap sama:
Cek rekening
Cek grup WhatsApp
Cek Info GTK
Cek kabar dari operator
Cek apakah harapan masih ada
Dan ujung-ujungnya, tetap menunggu.
Berikut beberapa situasi yang sering terjadi:
Seperti punya mobil baru tapi tetap minta kunci dari orang lain.
Analoginya: makanan sudah matang, tapi piringnya lupa dicuci.
Operator sekolah bekerja seperti developer aplikasi, tapi gajinya tetap operator.
Karena kalau bertanya terlalu jauh, jawabannya:
“Masih dalam proses.”
Pusat ingin mempercepat.
Daerah ingin memastikan data valid.
Guru ingin menerima haknya tepat waktu.
Namun ketika niat baik bertemu birokrasi, jadinya seperti film drama:
Alurnya panjang, ending-nya lama.
Walau sudah dijanjikan lebih cepat, kenyataannya tetap membuat guru bertanya-tanya:
“Cepat menurut siapa?”
“Langsung itu langsung ke mana?”
“Kalau lama begini, apa bedanya dari dulu?”
Yang jelas adalah satu hal:
TPG memang langsung ke rekening guru. Tapi waktu sampainya? Tetap memegang tradisi: akhir triwulan.”
Guru boleh berharap, tetapi tampaknya TPG lebih nyaman datang di detik-detik menjelang habisnya timeline, seperti mahasiswa mengumpulkan skripsi.
Bantu kami terus berbagi konten dan proyek pembelajaran digital gratis!
Terima kasih sudah mendukung ruang belajar digital! 🙏