Panduan Cepat untuk Bab Algoritma & Flowchart

Cover buku Informatika Kelas X.

Pemahaman Dasar yang Wajib Dikuasai Siswa SMA/SMK Informatika


📘 Pendahuluan

Kalau kamu siswa SMA/SMK yang sedang belajar Informatika, pasti pernah mendengar istilah algoritma dan flowchart. Dua konsep ini merupakan fondasi utama dalam dunia pemrograman dan logika komputer.

Meski terlihat sederhana, banyak siswa masih bingung bagaimana cara menyusun algoritma dengan benar atau membaca flowchart dengan cepat. Padahal, materi ini hampir selalu muncul di ujian akhir semester maupun ujian kompetensi SMK.

Artikel ini akan membimbing kamu memahami dari dasar — mulai dari pengertian, simbol flowchart, cara membuat algoritma, hingga latihan soal yang sering keluar.


🧩 Apa Itu Algoritma?

Secara sederhana, algoritma adalah langkah-langkah sistematis untuk menyelesaikan suatu masalah.

💡 Contoh sederhana:
Untuk membuat secangkir kopi, langkahnya adalah:

  1. Siapkan air panas.

  2. Masukkan kopi ke dalam gelas.

  3. Tuang air panas.

  4. Aduk rata.

  5. Sajikan.

Langkah di atas adalah algoritma kehidupan sehari-hari.
Dalam informatika, algoritma digunakan agar komputer bisa memahami urutan perintah logis untuk menyelesaikan suatu tugas.


🔢 Ciri-Ciri Algoritma yang Baik

  1. Jelas dan Tidak Ambigu — setiap langkah mudah dipahami.

  2. Terurut — memiliki awal dan akhir yang pasti.

  3. Efisien — tidak terlalu panjang, tapi menyelesaikan masalah dengan tepat.

  4. Dapat Dijalankan — bisa diterjemahkan ke bahasa pemrograman.

  5. Menghasilkan Output — ada hasil akhir yang diinginkan.


🧮 Bentuk Penulisan Algoritma

Dalam Informatika SMA/SMK, algoritma biasanya ditulis dalam tiga bentuk:

  1. Deskriptif (narasi langkah)
    Ditulis seperti kalimat biasa.
    Contoh:

    Hitung luas persegi panjang dengan cara mengalikan panjang dan lebar.

  2. Pseudocode (kode semu)
    Menggunakan format mirip kode, tapi masih bahasa manusia.
    Contoh:

    Input panjang, lebar
    Luas ← panjang * lebar
    Output Luas
    
  3. Flowchart (bagan alur)
    Menggunakan simbol grafis untuk menggambarkan proses.
    Kita bahas lebih dalam di bagian berikut.


🔷 Flowchart: Visualisasi Algoritma

Flowchart adalah diagram yang menggambarkan alur kerja dari suatu algoritma menggunakan simbol-simbol tertentu.
Tujuannya agar alur logika program lebih mudah dipahami secara visual.


🔹 Simbol-Simbol Dasar Flowchart

Simbol Nama Fungsi
⭘ / ⬚ Terminator (Start/End) Menandakan awal atau akhir proses
Input/Output (Parallelogram) Untuk memasukkan data atau menampilkan hasil
Process (Persegi panjang) Menunjukkan proses perhitungan atau langkah logika
Decision (Belah ketupat) Untuk percabangan kondisi (if/else)
⬇️ Flow line (Panah) Menunjukkan arah alur proses

🧭 Contoh Flowchart Sederhana

🎯 Contoh 1: Menentukan Bilangan Ganjil atau Genap

Langkah algoritmanya:

  1. Input bilangan.

  2. Jika bilangan mod 2 = 0 → Genap.

  3. Jika tidak → Ganjil.

  4. Cetak hasil.

Flowchart-nya kira-kira seperti ini:


Start
↓
Input bilangan
↓
bilangan mod 2 = 0 ?
→ Ya → Tampilkan "Genap"
→ Tidak → Tampilkan "Ganjil"
↓
End



💻 Contoh Implementasi ke Program Python

Dari algoritma dan flowchart tadi, berikut versi kodenya:


bilangan = int(input("Masukkan angka: "))
if bilangan % 2 == 0:
print("Bilangan Genap")
else:
print("Bilangan Ganjil")



🧠 Contoh Soal Algoritma dan Flowchart

Soal 1

Tuliskan algoritma dan flowchart untuk menghitung luas lingkaran.
(Diketahui rumus: L = π × r²)

Jawaban:

  • Algoritma:

    1. Mulai.

    2. Input jari-jari (r).

    3. Hitung luas = 3.14 × r × r.

    4. Cetak hasil luas.

    5. Selesai.

Flowchart-nya:


Start
↓
Input r
↓
L ← 3.14 × r × r
↓
Output L
↓
End



Soal 2

Buat algoritma untuk menentukan nilai tertinggi dari tiga bilangan!

Jawaban:

  • Algoritma:

    1. Input A, B, C

    2. Jika A > B dan A > C → Cetak A terbesar

    3. Jika B > A dan B > C → Cetak B terbesar

    4. Jika tidak → Cetak C terbesar

Flowchart-nya:


Start
↓
Input A, B, C
↓
A > B dan A > C ?
→ Ya → Output A
→ Tidak → B > C ?
→ Ya → Output B
→ Tidak → Output C
↓
End



🔍 Kesalahan Umum yang Sering Terjadi

  1. Langkah algoritma tidak berurutan.
    Contoh: menampilkan hasil sebelum perhitungan selesai.

  2. Flowchart tidak memiliki “Start” atau “End”.
    Ini fatal — karena setiap algoritma harus punya titik awal dan akhir.

  3. Terlalu banyak langkah tidak penting.
    Algoritma harus efisien — cukup fokus pada inti penyelesaian masalah.

  4. Lupa memberi tanda panah arah alur.
    Membuat flowchart jadi membingungkan dan sulit dibaca.


💬 Tips Belajar Cepat

  1. Gunakan analoginya kehidupan sehari-hari.
    Misalnya: “Proses memasak”, “Menyetrika baju”, atau “Menabung uang”.
    Semua bisa dijadikan contoh algoritma.

  2. Biasakan menulis pseudocode dulu.
    Sebelum menggambar flowchart, tulis dulu langkah-langkahnya.

  3. Gunakan aplikasi pembuat flowchart gratis, seperti:

    • draw.io

    • Lucidchart

    • diagrams.net

    • Figma (gunakan shape flowchart)

  4. Latih logika dengan mini project Python.
    Misalnya: menghitung luas bangun, menghitung nilai rata-rata, atau menentukan kelulusan.


🧩 Mini Project: Flowchart dan Program “Cek Kelulusan”

Deskripsi:
Buat program untuk menentukan kelulusan siswa dengan aturan:

  • Nilai ≥ 75 → “Lulus”

  • Nilai < 75 → “Tidak Lulus”

Algoritma:

  1. Mulai.

  2. Input nama dan nilai siswa.

  3. Jika nilai ≥ 75 → cetak “Lulus”.

  4. Jika tidak → cetak “Tidak Lulus”.

  5. Selesai.

Python code:


nama = input("Masukkan nama siswa: ")
nilai = int(input("Masukkan nilai: "))

if nilai &gt;= 75:
print(nama, "dinyatakan LULUS")
else:
print(nama, "TIDAK LULUS")



🧭 Kesimpulan

Algoritma dan flowchart bukan hanya untuk siswa Informatika, tapi juga fondasi berpikir logis di dunia teknologi.
Dengan memahami keduanya, kamu:

  • Bisa menulis program dengan alur jelas.

  • Meminimalisir kesalahan logika.

  • Lebih siap menghadapi soal ujian akhir dan asesmen kompetensi.

Kuncinya: pahami logikanya, bukan hafalan simbolnya.


✍️ Tugas Tantangan:

Coba buat flowchart dan pseudocode untuk program berikut:

“Menentukan bilangan terbesar dari empat angka.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You might also like

💡 Dukung Ruang Informatika

Bantu kami terus berbagi konten dan proyek pembelajaran digital gratis!

☕ Dukung via Saweria 🌐 Unduh Source Code Gratis

Terima kasih sudah mendukung ruang belajar digital! 🙏