Tahun 2025 menjadi masa transisi penting bagi para guru honorer dan calon ASN di Indonesia. Setelah pemerintah menegaskan tidak membuka rekrutmen PPPK atau CPNS baru pada 2025 karena fokus pada penyelesaian penempatan hasil seleksi sebelumnya, banyak guru mulai mempersiapkan diri untuk formasi tahun 2026.
Dua formasi yang selalu mendapat porsi besar setiap tahun adalah Guru Matematika dan Guru Bahasa Indonesia. Mengapa demikian? Karena kedua mata pelajaran ini termasuk mapel wajib nasional, yang harus ada di semua jenjang pendidikan menengah — sehingga kebutuhan guru di bidang ini tidak pernah berkurang.
Artikel ini akan membahas prediksi formasi PPPK 2026 khusus untuk Guru Matematika dan Bahasa Indonesia, lengkap dengan analisis tren kebutuhan, syarat, dan strategi lolos seleksi.
Berdasarkan pernyataan resmi Kemenpan-RB pada akhir 2024, tahun 2025 difokuskan untuk penataan ASN hasil rekrutmen PPPK 2023–2024.
Namun, mulai 2026, pemerintah menargetkan pembukaan rekrutmen ASN baru dengan sistem yang lebih terintegrasi antara PPPK, CPNS, dan ASN Digital.
Beberapa poin penting:
Sistem rekrutmen akan menggunakan basis kebutuhan real-time dari Dapodik.
Formasi guru akan mengutamakan kekosongan akibat pensiun massal 2023–2025.
Ada rencana integrasi sertifikasi digital & microcredential untuk bidang keahlian guru.
Dengan demikian, guru Matematika dan Bahasa Indonesia memiliki peluang besar untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh pensiunan guru ASN.
Menurut data Kemendikbudristek 2024, Indonesia masih kekurangan sekitar 782.000 guru ASN di berbagai daerah.
Khusus untuk dua bidang utama:
| Jenis Guru | Kekurangan Nasional (2024) | Prediksi Kebutuhan 2026 |
|---|---|---|
| Guru Matematika | ± 72.000 orang | ± 85.000 orang |
| Guru Bahasa Indonesia | ± 65.000 orang | ± 78.000 orang |
Lampung sendiri menempati posisi ke-7 provinsi dengan kekurangan guru Matematika terbanyak dan posisi ke-9 untuk Bahasa Indonesia.
Artinya, formasi PPPK 2026 kemungkinan besar akan kembali didominasi dua bidang ini.
Berdasarkan tren 2023–2024, formasi 2026 diperkirakan akan dibuka untuk tiga kategori utama guru:
Guru Honorer di Sekolah Negeri (Dapodik aktif) – prioritas utama.
Guru Lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) – prioritas kedua.
Guru Swasta Non-Dapodik dengan Kualifikasi S1 Kependidikan – prioritas ketiga.
Kementerian PANRB juga berencana menambah sistem “Seleksi Adaptif Digital”, di mana ujian kompetensi akan menyesuaikan dengan bidang ajar dan kemampuan pedagogik berbasis teknologi.
Untuk calon Guru Matematika dan Bahasa Indonesia, berikut syarat umum yang kemungkinan besar tetap berlaku:
WNI dan berusia 20–59 tahun.
Tidak berstatus ASN, TNI, atau Polri.
Tidak memiliki catatan pidana.
Sehat jasmani dan rohani.
Terdaftar di Dapodik (bagi guru honorer).
Memiliki NUPTK aktif.
Latar belakang pendidikan S1 Kependidikan sesuai bidang ajar.
| Jabatan | Kualifikasi Pendidikan | Sertifikat Pendidik | Kompetensi Tambahan |
|---|---|---|---|
| Guru Matematika | S1 Pendidikan Matematika | Serdik Matematika (diutamakan) | Penguasaan software GeoGebra, SPSS, Excel lanjutan |
| Guru Bahasa Indonesia | S1 Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia | Serdik Bahasa Indonesia (diutamakan) | Kemampuan literasi digital, e-learning, penulisan akademik |
💡 Jika belum memiliki Serdik, calon PPPK tetap dapat mendaftar — tetapi harus siap mengikuti pelatihan PPG setelah dinyatakan lulus.
Walau belum ada kisi-kisi resmi, pengalaman seleksi PPPK 2023–2024 menunjukkan pola soal sebagai berikut:
Tes Manajerial & Sosio-Kultural – 45 soal
Meliputi integritas, kerjasama, pelayanan publik, dan profesionalisme.
Tes Teknis (Bidang Ajar) – 80 soal
Matematika: logika, aljabar, kalkulus, statistika, serta penerapan kurikulum merdeka.
Bahasa Indonesia: tata bahasa, menulis ilmiah, analisis teks, dan literasi kritis.
Wawancara Terstruktur (CAT Online) – 10 soal
Dinilai oleh panitia daerah untuk menilai kepribadian dan komitmen guru.
Untuk Anda yang ingin serius mengikuti PPPK 2026, berikut langkah yang bisa dimulai sejak sekarang (2025):
Aktif memperbarui data Dapodik dan NUPTK.
Ikuti pelatihan atau webinar PPG / microcredential.
Bangun portofolio digital berisi RPP, media ajar, atau proyek pembelajaran.
Latihan soal PPPK dari tahun-tahun sebelumnya.
Ikuti komunitas guru bidang Matematika dan Bahasa Indonesia (seperti IGI, MGMP).
Pelajari integrasi AI dan teknologi pembelajaran digital, karena hal ini mulai diujikan dalam kompetensi pedagogik.
Formasi 2026 diperkirakan akan berfokus pada:
Kabupaten dengan kekurangan guru tinggi (Lampung Timur, Pesawaran, Tanggamus, Lampung Utara).
Sekolah dengan tingkat pensiun guru tertinggi.
Sekolah negeri baru atau satuan pendidikan penggerak.
Bagi guru honorer di daerah-daerah ini, peluang lolos bisa 2x lebih besar dibanding di kota besar.
Walaupun tahun 2025 tidak ada rekrutmen PPPK/CPNS, bukan berarti kesempatan tertutup. Justru inilah waktu emas untuk mempersiapkan diri menyambut formasi 2026.
Guru Matematika dan Bahasa Indonesia masih menjadi dua posisi paling dibutuhkan secara nasional, terutama di jenjang SMP dan SMA.
Siapkan diri sejak dini: lengkapi berkas, perkuat kompetensi, aktif di Dapodik, dan terus pantau informasi resmi dari BKN, Kemendikbudristek, dan Kemenpan-RB.
💡 Kesuksesan di PPPK 2026 bukan soal keberuntungan, tapi tentang persiapan yang konsisten dan strategi yang matang.
Bantu kami terus berbagi konten dan proyek pembelajaran digital gratis!
Terima kasih sudah mendukung ruang belajar digital! 🙏