Halo, Sobat Informatika! 👋 Pernah nggak sih kamu lagi belajar coding terus ada yang bilang, “Push aja ke GitHub!” Tapi kamu masih mikir: “Lho, Git itu yang mana, GitHub itu yang mana? Sama nggak sih?”
Tenang, kamu nggak sendiri. Banyak banget pemula yang ketukar antara Git dan GitHub. Padahal, meskipun namanya mirip, dua hal ini punya fungsi dan peran yang cukup berbeda, lho.
Yuk kita bahas satu per satu dengan gaya santai tapi tetap ngasih insight yang berbobot. Tujuannya biar kamu makin pede ngomongin Git dan GitHub, dan pastinya nggak ketukar-tukar lagi!
Git adalah Version Control System (VCS) atau sistem kontrol versi. Bayangin kamu lagi nulis skripsi atau coding aplikasi. Tiba-tiba kamu pengin coba fitur baru, tapi takut ngerusak kode yang udah jadi. Nah, Git bisa bantu kamu nyimpen versi sebelumnya, jadi kalau error, kamu bisa balik ke kondisi yang aman.
Git ini seperti “mesin waktu” untuk kode kamu. Semua perubahan, penambahan, atau penghapusan file bisa dicatat dan dilacak. Bahkan kamu bisa bikin cabang atau branch buat eksperimen.
Nah, kalau GitHub itu adalah layanan berbasis cloud untuk menyimpan repositori Git kamu secara online. Jadi, GitHub itu kayak media sosialnya kode. Di sana kamu bisa menyimpan, berbagi, dan kolaborasi bareng developer lain.
GitHub dibangun di atas Git, tapi dengan tambahan fitur-fitur yang memudahkan kolaborasi dan manajemen proyek secara remote. Jadi kamu bisa “push” hasil kerja kamu dari lokal ke GitHub, lalu teman kamu bisa “pull” untuk lihat dan ikut kontribusi.
| Git | GitHub |
|---|---|
| Sistem kontrol versi lokal. | Platform hosting repositori Git di cloud. |
| Bisa digunakan tanpa internet. | Butuh internet karena akses via web. |
| Berbasis command line (CLI). | Berbasis GUI dan web interface. |
| Fokus pada manajemen versi di lokal. | Fokus pada kolaborasi dan penyimpanan online. |
| Open source dan gratis. | Gratis dan berbayar (private repo, enterprise). |
Git dan GitHub itu ibarat roti dan selai. Keduanya bisa berdiri sendiri, tapi makin mantap kalau dipakai bareng. Dengan Git, kamu bisa aman mengelola perubahan kode. Dengan GitHub, kamu bisa kerja bareng tim, dapet feedback, dan memamerkan hasil karyamu ke dunia.
Bahkan, sekarang banyak rekruter yang lihat GitHub kamu sebagai “CV digital”. Semakin aktif kamu di GitHub, semakin besar peluangmu dilirik perusahaan.
Banyak tutorial gratis di YouTube, situs resmi Git dan GitHub, serta course interaktif kayak GitHub Learning Lab dan Codecademy.
Sekarang udah tahu, kan? Git dan GitHub itu bukan kembar, tapi saling melengkapi. Git itu alatnya, GitHub itu rumahnya. Git kerja lokal, GitHub bantu kamu kerja tim dan remote.
Jangan bingung lagi ya! Yuk mulai belajar dua-duanya dari sekarang, dan bangun portofolio kamu sedikit demi sedikit. Kalau ada yang masih bingung, tinggal buka artikel ini lagi 😄
Sampai jumpa di artikel selanjutnya di ruanginformatika.com. Kalau artikel ini bermanfaat, jangan lupa share ke temanmu yang masih suka nyampur antara Git dan GitHub. Happy coding! 🚀
Bantu kami terus berbagi konten dan proyek pembelajaran digital gratis!
Terima kasih sudah mendukung ruang belajar digital! 🙏